Dunia olahraga profesional seringkali menghadapi tantangan klasik, yaitu masa depan atlet setelah gantung sepatu atau saat mereka tidak lagi berada di puncak performa. Menyadari realitas ini, BAPOMI Batu Bara meluncurkan sebuah program inovatif yang melampaui sekadar latihan fisik di lapangan. Mereka merancang sebuah strategi besar untuk membekali mahasiswa atlet dengan kemampuan kewirausahaan sosial. Melalui Sociopreneur pendidikan yang terintegrasi, para pemuda ini diarahkan untuk menjadi seorang wirausahawan yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan solusi atas permasalahan sosial di lingkungan mereka.
Langkah ini diambil karena potensi kepemimpinan atlet sangat besar jika diarahkan ke sektor ekonomi kreatif. Seorang atlet memiliki kedisiplinan tinggi, ketahanan mental terhadap tekanan, dan kemampuan bekerja dalam tim—tiga pondasi utama yang dibutuhkan untuk sukses di dunia bisnis. BAPOMI Batu Bara melihat celah ini sebagai peluang untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mahasiswa. Mereka tidak ingin atlet hanya bergantung pada bonus kemenangan, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri dengan memanfaatkan nama besar dan jaringan yang mereka miliki selama aktif berkompetisi.
Program ini berfokus pada pengembangan model bisnis yang memiliki dampak sosial atau yang sering disebut sebagai sociopreneur. Sebagai contoh, atlet difasilitasi untuk membangun akademi olahraga murah bagi anak-anak kurang mampu atau memproduksi perlengkapan olahraga dengan memberdayakan pengrajin lokal di wilayah Batu Bara. Dengan cara ini, sang atlet mendapatkan penghasilan sekaligus membantu menggerakkan ekonomi kerakyatan. BAPOMI berperan sebagai inkubator yang memberikan pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga penyusunan rencana bisnis yang matang bagi para mahasiswa tersebut.
Keunggulan dari program ini adalah terciptanya ekosistem yang berkelanjutan. Mahasiswa atlet diajarkan untuk melihat peluang di tengah kesulitan masyarakat. Saat mereka berhasil membangun usaha, identitas mereka sebagai tokoh olahraga memberikan nilai kepercayaan lebih di mata konsumen. BAPOMI percaya bahwa seorang atlet yang sukses adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi orang banyak meskipun sudah tidak lagi berdiri di atas podium juara. Inovasi ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, di mana olahraga dan bisnis sosial dapat berjalan beriringan secara harmonis.
